Knp kita memaksakan agar Yesus disalibkan? Apakah kita ingin Yesus sengsara, seorang diri berjuang melawan kuasa maut, kesakitan, dihina, dicambuk, disalib?
Sbg manusia seutuhnya, Yesus jg ingin diperlakukan sebagaimana anda ingin diperlakukan. Sbg manusia seutuhnya Dia juga turut merasakan kelemahan-kelemahan seperti yg kita rasakan. Yesus berdoa bersungguh-sungguh agar cawan itu bisa lalu dari-Nya.
"Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki." [Markus 14:36]
Kamu takut menerima fakta: Jika Yesus tidak disalibkan, bagaimana akan keselamatanku? Siapa yang akan menebus dosaku?
Kita ingin Dia menderita hanya untuk KEPENTINGAN PRIBADI kita sendiri agar kita memperoleh keselamatan. Apakah hanya dgn cara itu Allah mampu menyelamatkan umatnya? Kitab Suci berkata: Hukum yg terutama adalah kasihilah Tuhan, Allahmu dgn segenap hatimu dan dgn segenap akal budimu. Dimana kasihmu kepada Tuhan, Allah mu????? Kenapa kamu menyamai pemikiran Allah?? Apakah rancangan Allah adalah rancanganmu?? Apakah harus dengan cara seperti itu Allah mampu menyelamatkan umat-Nya??? Allah punya rancangan yang ajaib.
Pemberitaan ttg salib mmg harus ada demi keselamatan mereka yg blm mengenal Allah. Tp jika kamu telah mengenal Allah, pemberitaan salib adalah suatu kebodohan dan suatu batu sandungan (1 Korintus 1:23):
- Suatu kebodohan bagi orang Yunani.
- Suatu batu sandungan bagi orang Yahudi.
- Keselamatan bagi orang-orang durhaka yang tidak mengenal Allah.
Siapa yg percaya kpd pembertitaan salib? Mereka adalah orang yg belum mengenal Allah. Org Yunani mencari hikmat, orang Yahudi menghendaki tanda, orang yg tidak mengenal Allah menerima keselamatan secara cuma-cuma tanpa usaha mereka. Yunani adalah orang-orang yang memiliki hikmat. Yahudi adalah orang-orang pilihan Allah. Pemberitaan ttg salib adalah keselamatan bagi orang2 durhaka yang belum mengenal Allah. Camkanlah itu.
Murid2 Yesus telah melakukan kesalahan yg fatal ketika di taman Getsemani. Yesus tiga kali menyuruh mereka utk berjaga-jaga dan berdoa agar tdk jatuh dlm pencobaan. Tetapi tiga kali itu jg ia mendapati murid2nya "TERTIDUR". Oleh krn mereka "tertidur" Yesus harus diserahkan utk disalibkan. Jika kita mengaku sbg murid Yesus, maka sdh seharusnya kita turut berdoa dalam doa syafaat yg dipanjatkan Yesus kpd Allah agar cawan itu lalu daripada-Nya. "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku". Jika kamu masih "tertidur" dan tdk turut berdoa syafaat spt yg diperintahkan Yesus, kamu sama spt murid2 yg lain yg ingin spy Yesus disalibkan demi keselamatan pribadinya.
Buah pengetahuan dari Islam telah memberi kita petunjuk bhwa nabi Muhammad ingin agar umatnya bershalawat agar ia diselamatkan dari sakratul maut yg sangat menyiksa. Apakah Yesus berhasil mengalahkan maut? Banyak org Kristen yg percaya bhw Yesus berhasil mengalahkan maut. Tetapi hal itu bertentangan dgn ajaran murni Kitab Suci. Alkitab memberitahu kita melalui wahyu Ilahi seputar penyerahan Takhta Kerajaan secara mutlak kepada Bapa oleh Yesus Kristus setelah mengalahkan semua musuh2Nya. Apakah Yesus sudah mengalahkan semua musuh2Nya? Masa pemerintahan Yesus di dunia sbg RAJA akan berakhir setelah semua musuh2Nya ditaklukan dibawah kakiNya.
Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. [1 Korintus 15:24-25]
Jika Yesus berhasil mengalahkan musuh yg terakhir, maka Ia HARUS menyerahkan kerajaan kpd Allah Bapa. Ia tidak berhak lagi menyandang status sbg RAJA, pemerintahan Yesus berakhir dan pemerintahan Allah mulai ditegakkan di dunia. Tapi pada kenyataanya, Yesus masih memegang pemerintahan sbg raja krn semua org Kristen memanggilnya RAJA yaitu sama dgn Allah. Knp demikian? Krn memang Allah masih menunggu pertobatan Anak-Nya, dan kita jg termasuk anak2Nya. Bilamana semua anak2Nya (termasuk kita) telah bertobat dgn ditandai "Jangan menyebut nama Tuhan, Allahmu, dengan sembarangan", maka saat itu pula Yesus telah berhasil mengalahkan maut. Knp demikian? Krn jika kita semua bersatu dlm iman dan tidak lagi berkata bhw Yesus adalah RAJA / Allah maka itu artinya Yesus tdk lagi memegang pemerintahan sbg Raja / Allah, dan jika Yesus tidak lagi memerintah sbg Raja maka itu artinya pemerintahan Allah di dunia telah ditegakkan, dan jika pemerintahan Allah telah ditegakkan diatas dunia maka itu artinya musuh yg terakhir yaitu MAUT telah dibinasakan.
Kita hanya dpt menaruh pengharapan kpd Allah sembari menunggu waktu kesudahan itu tiba, yaitu saat semua musuh ditaklukan Allah Bapa dibawah kaki Kristus Yesus. Seperti yg dikatakan oleh Rasul Paulus:
"Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia :kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah . Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?" [1 Korintus 15:51-55]
Sudahkah anda berdoa syafaat utk Yesus agar cawan yg harus Ia minum dpt lalu daripadaNya? Atau anda hanya ingin Dia disalibkan demi keselamatan pribadimu?
Doa Yesus telah dijawab Allah saat ini juga jika kamu percaya pd kuasa Allah. Penguasa dunia ini tdk berkuasa sedikitpun atas Yesus [Yohanes 14:30]. Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. [Ibrani 5:7]
Sudah seharusnya kita percaya akan kuasa Allah dengan iman yang kokoh: Tiada yang mustahil bagi Allah. Doa dan harapan Yesus tidaklah sia-sia. Sebab Ia berdoa dengan sungguh-sungguh, dengan ratap tangis serta peluh yang bagaikan "titik-titik darah".
Tidakkah kamu menangkap ada "perumpamaan" dalam doa Yesus? Atau coba kamu buktikan dulu, apakah ada orang yang pernah berdoa dengan sungguh-sungguh, sampai mengeluarkan peluh darah??? Ada sesuatu yang Yesus ingin supaya kamu menangkap arti dari perumpamaan itu.
Hai saudara2 sekalian, hai kamu yg mengaku pengikut Kristus, bangunlah dari tidurmu, berjaga-jagalah dan berdoalah agar kamu tidak jatuh kedalam pencobaan, jgn mengulang kesalahan seperti yg dilakukan Murid2 terdahulu, mereka tidur saat Yesus menyuruh mereka berjaga jaga. Andaikata murid2 terdahulu tidak tidur, dan andaikata pengikut Kristus jaman ini mendengar doa dan harapan Yesus: "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin biarlah cawan ini lalu daripada-Ku", PASTI YESUS TIDAK JADI DISALIBKAN.
Siapa yg bertelinga hendaklah ia mendengar. Amin