Yesus HARUS Punya NAFSU Birahi
Apabila Yesus Kristus memiliki dua hakekat, maka Dia PASTI memiliki NAFSU birahi karena semua lelaki normal punya NAFSU birahi. Karena memiliki nafsu birahi Yesus pasti mengalami mimpi basah. Karena punya nafsu birahi lalu wanita seperti apakah yang membuat Tuhan Yesus birahi? Yesus adalah Allah. Allah birahi kepada ciptaan-Nya? Benar-benar mengenaskan! Karena Yesus adalah Allah itu berarti semua kehendak-Nya pasti menjadi kenyataan. Ketika Yesus melihat seorang wanita yang membangkitkan birahi-Nya, bukankah keinginan-Nya pasti jadi?
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Matius 5:27-28
Sebagian teolog mengajarkan bahwa Yesus, walaupun manusia sejati namun TIDAK punya nafsu birahi. Nafsu birahi tidak ada pada HAKEKAT namun ada pada PRIBADI manusia. Karena pribadi ilahi-Nya memenuhi atau membentuk atau memberi karakter pada hakekat manusia-Nya sebelum hakekat manusia-Nya menjadi pribadi itu sebabnya Yesus tidak punya NAFSU Birahi. Dari mana para teolog itu mengambil kesimpulan demikian? Mereka mengambil kesimpulan demikian karena pengetahuan bahwa bayi tidak birahi. Selanjutnya mereka menggunakan Matius 5:27-28 untuk mendukung ajarannya.
Birahi dan keinginan untuk melampiaskan birahi adalah dua hal yang berbeda. Lelaki tidak birahi kepada semua wanita yang dilihatnya. Lelaki HANYA birahi kepada wanita tertentu namun tidak birahi kepada wanita lainnya. Nafsu birahi bisa dipicu kemudian dipacu secara sadar namun birahi alamiah muncul begitu saja ketika seorang lelaki melihat wanita tertentu. Bayi memang tidak birahi namun itu bukan berarti bayi tidak punya nafsu birahi karena benih-benih birahi ada di dalam hakekat bayi dan berkembang seiring pertumbuhannya. Kenapa demikian? Karena tidak ada orang tua yang mengajari anaknya untuk birahi. Yang ada adalah orang tua mengajari anaknya untuk mengendalikan nafsu birahinya. Birahi muncul begitu saja karena birahi adalah salah satu naluri manusia, naluri beranakcucu. Matius 5:27-28 sama sekali tidak berbicara tentang NAFSU birahi namun tentang keinginan seorang lelaki untuk memuaskan birahi dengan perempuan yang ditemuinya.
Sebagian Teolog mengajarkan bahwa Yesus tidak memiliki NAFSU birahi karena Dia tidak mewarisi dosa asal. Apabila ajaran demikian benar, itu berarti nafsu birahi adalah dosa. Apabila nafsu birahi adalah dosa, itu berarti setiap manusia yang memuaskan nafsu birahinya walaupun dengan istrinya sendiri sedang berbuat dosa. Itu berarti beranakcucu sama dengan berbuat dosa.
Sebagian Teolog mengajarkan bahwa Yesus memiliki NAFSU birahi namun nafsu birahi-Nya tidak berkembang karena Pribadi Allah-Nya menguasai hakekat manusia-Nya yang bernafsu birahi. Apabila ajaran demikian benar, kenapa Teologi Reformed mengajarkan bahwa baik hakekat manusia maupun hakekat Ilahi Yesus tetap mempertahankan sifat-sifatnya masing-masing? Bukankah itu berarti mereka menyangkal ajarannya sendiri? Kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati.
Teolog Reformed yang lain mengajarkan bahwa Yesus punya Nafsu birahi dan nafsu birahi bukan dosa. Seorang teman bertanya, apa masalah anda bila Yesus punya nafsu birahi? Handai taulan sekalian, saya tidak punya masalah selain ngakak terbahak-bahak ketika membayangkan Yesus mimpi basah sehingga harus ke sungai malam-malam untuk mentahirkan diri dan birahi kepada wanita yang ditemui-Nya serta menduga-duga wanita seperti apakah yang membuat Yesus birahi? Benar-benar LUCU!
Masalahnya bukan Yesus punya atau tidak punya NAFSU birahi namun apakah Alkitab mengajarkan bahwa Yesus adalah anak jasmani bunda Maria? Masalahnya adalah apakah Alkitab mengajarkan bahwa Tuhan Yesus punya dua hakekat?
Handai taulan sekalian apabila meyakini Yesus PUNYA dua hakekat itu berarti anda HARUS meyakini bahwa Yesus Kristus punya NAFSU birahi.
Yesus Harus Beranakcucu
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Kejadian 1:28
Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Yohanes 6:38
Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya. Yohanes 17:4
Apabila Yesus Kristus memiliki dua hakekat, maka hakekat manusia-Nya harus BERANAKCUCU untuk menggenapi Firman Allah di dalam Kejadian 1:28. Apabila hakekat manusia Yesus tidak beranakcucu itu berarti Dia MEMBUAL ketika berkata-kata seperti di Yohanes 6:38 dan Yohanes 17:4 di atas.
Sebagian teolog mengajarkan bahwa tidak semua lelaki beranakcucu itu sebabnya Yesus Kristus juga nggak WAJIB beranakcucu. Apabila Yesus memiliki hakekat manusia namun tidak menggenapi mandat beranakcucu, itu berarti Dia membual ketika berkata, "Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya."
Handai taulan sekalian, apabila anda meyakini Yesus PUNYA dua hakekat maka selain HARUS meyakini Yesus memiliki NAFSU birahi anda juga harus meyakini bahwa Yesus beranakcucu.
Yesus Kristus Tidak Punya Nafsu Birahi
Alkitab mengajarkan bahwa manusia adalah GAMBAR RUPA Allah. Yesus Kristus adalah Allah dalam WUJUD manusia. Manusia adalah GAMBAR RUPA Yesus Kristus. Itulah sebabnya Yesus Kristus seperti manusia, karena manusia adalah gambar-Nya. Walaupun dalam WUJUD manusia namun Yesus adalah Allah sejati dengan satu hakekat yaitu hakekat Allah sejati.
MANDAT beranakcucu diberikan kepada GAMBAR RUPA Allah (manusia) namun tidak diberikan kepada Allah (Yesus Kristus). Karena Yesus Kristus adalah Allah dalam WUJUD manusia, maka Dia TIDAK mengemban mandat untuk beranakcucu. Karena tidak mengemban mandat untuk beranakcucu maka Yesus tidak punya NAFSU birahi karena NAFSU birahi adalah WUJUD mandat beranakcucu di dalam manusia. NAFSU birahi adalah MANDAT beranakcucu yang TERTANAM di dalam hakekat manusia, itu sebabnya setiap lelaki normal memilikinya.
Misteri Kandungan Maria
Enam bulan sebelum menemui Maria, malaikat Gabriel menemui Imam Zakaria. Ayat-ayat berikut ini mencatat hal-hal utama dari kedua kisah tersebut.
Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; Lukas 1:15
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, Matius 3:16
Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Yohanes 1:32
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Lukas 1:35
Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, Lukas 1:41
Handai taulan sekalian, apa yang dapat anda simpulkan setelah membaca ayat-ayat tersebut di atas? Inilah yang dapat disimpulkan dari ayat-ayat tersebut di atas.
1. Yohanes dipenuhi oleh Roh Kudus sejak dia dikandung ibunya
2. Roh Kudus Tinggal di dalam Yohanes
3. Yesus tidak PERNAH dipenuhi oleh Roh Kudus seumur hidup-Nya
4. Roh Kudus tinggal di ATAS Yesus
5. Elisabet dipenuhi oleh Roh Kudus ketika mendengar salam dari Maria
6. Maria tidak dipenuhi Roh Kudus selama dia mengandung
7. Roh Kudus tinggal di ATAS Maria
Kenapa Roh Kudus tidak memenuhi Maria dan Yesus Kristus? Saya akan membahas masalah ini di dalam blog lain yang untuk sementara saya beri judul: Allah Orang Kristen Tunggaltri Atau Tritunggal?
Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Lukas 1:36
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Lukas 1:31
And behold, you will conceive in your womb and bring forth a Son, and shall call His name JESUS. Luke 1:31 - NKJV
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Matius 1:18
Now the birth of Jesus Christ was as follows: After His mother Mary was betrothed to Joseph, before they came together, she was found with child of the Holy Spirit. Matew 1:18 – NKJV
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. Matius 1:23
"Behold, the virgin shall be with child, and bear a Son, and they shall call His name Immanuel," which is translated, "God with us." Matew 1:23
Kata MENGANDUNG di dalam Lukas 1:36 (Elisabet) dan Lukas 1:31 (Maria) diterjemahkan dari kata Yunani SULLAMBANO (lafal: sool-lam-ban'-o), kata KERJA yang artinya: menangkap; mengandung. Kata MENGANDUNG di dalam Matius 1:18 dan Matius 1:23 diterjemahkan dari kata Yunani GASTER (lafal: gas-tare'), kata benda, artinya: rahim; kandungan. Selama membaca ayat-ayat tersebut dalam Alkitab terjemahan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, maka anda akan menganggap semuanya wajar-wajar saja. Namun, sekali anda menelusuri ayat-ayat tersebut hingga ke bahasa aslinya, bahasa Yunani, maka anda akan menemukan kenyataan sebagai berikut:
- Dalam Lukas 1:31 ada sebuah kata Yunani yang tidak diterjemahkan oleh LAI dan diterjemahkan secara salah oleh NKJV yaitu GASTER
- Dalam Matius 1:18 dan Matius 1:23 ada sebuah kata Yunani yang tidak diterjemahkan oleh LAI dan diterjemahkan secara salah oleh NKJV yaitu ECHO (lafal: ekh'-o;skheh'-o), kata kerja yang artinya: mempunyai; memegang
Kenapa Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tidak menerjemahkan kedua kata tersebut sementara NKJV menerjemahkannya dengan salah? Menurut saya, hal itu terjadi karena para penerjemah menyangka TELAH terjadi kesalahan ketika MENCATAT kedua ayat tersebut atau TELAH terjadi kesalahan ketika kedua ayat tersebut DISALIN. Apabila kedua kata itu diterjemahkan oleh LAI dan diterjemahkan dengan benar oleh NKJV, maka, baik Lukas 1:31 maupun Matius 1:18 akan menjadi ayat yang ANEH. Keanehan itu PASTI memicu terjadinya DEBAT teologi dari generasi ke generasi. Apabila kedua kata itu diterjemahkan maka kedua ayat itu akan seperti berikut ini:
Sesungguhnya engkau akan mengandung KANDUNGAN (RAHIM) dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Lukas 1:31
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung MEMILIKI (MEMEGANG) KANDUNGAN (RAHIM) dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Matius 1:18
"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung MEMILIKI (MEMEGANG) KANDUNGAN (RAHIM) dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita. Matius 1:23
Coba anda bandingkan ketiga ayat tersebut di atas dengan Lukas 1:36. Elisabet mengandung seorang anak laki-laki namun Maria mengandung KANDUNGAN (RAHIM) alias memiliki (memegang) KANDUNGAN.
Handai taulan sekalian, siapakah yang melakukan kesalahan? Apakah Lukas dan Matius sebagai penulis Alkitab melakukan kesalahan? Apakah para penyalin Alkitab melakukan kesalahan? Apakah malaikat Gabriel yang melakukan kesalahan? Apakah Roh Kudus yang memimpin Lukas dan Matius melakukan kesalahan? Atau para penerjemah Alkitab yang melakukan kesalahan? Atau itu hanya gaya bahasa pada zaman Alkitab ditulis? Roh Kudus, Gabriel, Lukas dan Matius mustahil melakukan kesalahan. Apabila para penyalin Alkitab melakukan kesalahan, seharusnya kesalahan mereka akan mengacaukan ajaran Alkitab namun bila kesalahan mereka justru MENJAGA sistematika dan konsistensi ajaran Alkitab, maka itu adalah KEBETULAN yang mustahil.
Mungkin anda bertanya, kenapa Markus dan Yohanes tidak mencatat hal demikian? Markus dan Yohanes sama sekali tidak mencatat tentang silsilah Yesus Kristus. Markus dan Yohanes sejak awal tulisan mereka TELAH mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah, bukan anak manusia yang bernama Maria. Yesus Kristus mengajarkan bahwa DUA saksi adalah SAH. Markus dan Yohanes menyaksikan bahwa Yesus adalah Anak Allah sementara Matius dan Lukas menyaksikan bahwa Yesus BUKAN anak jasmani Maria. DUA saksi adalah SAH!
Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang t di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Wahyu 12:1-2
Walaupun dengan kalimat yang berbeda namun Matius dan Lukas mengajarkan hal yang sama. Matius mengajarkan bahwa Maria HANYA memegang atau memiliki KANDUNGAN alias RAHIM sementara Lukas mengajarkan bahwa Maria HANYA mengandung KANDUNGAN alias RAHIM. Kandungan siapakah yang dimiliki atau dikandung oleh Maria? Kandungan Roh Kudus seperti yang tercatat di dalam Wahyu 12:1-2. DUA saksi adalah Markus dan Yohanes, adalah Matius dan Lukas adalah manusia dan Allah, adalah Yesus dan Roh Kudus, adalah Allah Yang Mahaterang dan Allah Yang Mahagelap adalah Allah Yang Tinggal Jauh dan Allah Yang tinggal Dekat. Apabila mempelajari Alkitab Perjanjian Baru dengan seksama, maka anda akan menemukan kenyataan bahwa PRINSIP dua saksi terpelihara secara KONSISTEN.
Yesus TIGA kali menyangkal Bahwa Maria sebagai IBU jasmani-Nya
Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." Yohanes 2:3
Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." Yohanes 2:4
Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!" Yohanes 2:5
Kata IBU di dalam Yohanes 2:3 dan Yohanes 2:5 diterjemahkan dari kata meter (lafal: may'-tare), artinya: ibu (jasmani) sementar kata IBU di dalam Yohanes 2:4 diterjemahkan dari kata gune (lafal: goo-nay'), artinya: perempuan; istri. Di dalam tradisi Yahudi, kata gune umumnya dipakai untuk menyapa perempuan dewasa yang bukan ibu kandungnya.
Maka seorang berkata kepada-Nya: "Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau." Matius 12:47
Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya: "Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?" Matius 12:48
Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Matius 12:49
Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku." Matius 12:50
Ayat-ayat tersebut di atas mencatat kisah Yesus menyangkal Maria sebagai ibu-Nya dan anak-anak Maria sebagai saudara-saudara-Nya.
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!" Yohanes 19:26
Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. Yohanes 19:27
Bahkan Yohanes mencatat, ketika ada di atas kayu salib menjelang ajalnya, Yesus Kristus menyangkal bahwa Maria adalah ibu-Nya. Tiga kali menyangkal disaksikan oleh dua saksi, bukankah itu berarti kebenarannya SAH?
Yesus TIGA kali menyangkal Bahwa Dia Berasal Dari Dunia
Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya. Yohanes 3:31
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. Yohanes 8:23
Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Yohanes 17:14
Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Yohanes 17:16
Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan kepadamu, yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. 1 Korintus 15:50
Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. Galatia 6:8
Tiga kali Yesus menyangkal bahwa Dia berasal dari dunia dan Paulus mendukung-Nya. Tiga kali menyangkal dan DUA saksi, bukankah kesaksian-Nya SAH?
Arianisme dan Saksi Yehovah meyakini dan mengajarkan bahwa Yesus bukan Allah sejati karena Dia adalah Allah yang DICIPTAKAN. Walaupun MENENTANG saksi Yehovah dan Arianisme mati-matian namun Teologi Reformed justru kekeh jumekeh mengajarkan bahwa SEPARUH dari Yesus diciptakan dari bahan baku manusia. Sungguh MENGGELIKAN dan MENGENASKAN. Apa yang dilakukan Teologi Reformed itu ibarat maling yang merasa dirinya bukan maling karena dia teriak, "Maling, maling, maling!"