


Apa sebenarnya moral itu? apakah posisi moral dihadapan Firman Tuhan? apakah nilai-nilai moral lebih baik daripada nilai-nilai kebenaran Firnan Tuhan?
Karena sebenarnya moralitas adalah suatu upaya filosopi untuk tetap dapat memelihara keberlangsungan hidup kemanusiaan itu sendiri
atau lebih mudahnya upaya untuk manusia membenarkan diri tanpa KRISTUS YESUS, Tuhan dan Juruselamat manusia yang mempesonakan itu
Dimulai dari kejatuhan Adam dan Hawa
Gen 3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
Gen 3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.
Gen 3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
Gen 3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
Gen 3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan
Gen 4:9 Firman Tuhan kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"
Gen 4:13 Kata Kain kepada TUHAN: "Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.
Gen 4:24 sebab jika Kain harus dibalaskan tujuh kali lipat, maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat."
Gen 11:2 Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
Gen 11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik." Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.
Gen 11:4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit,
dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi
Ciri-ciri Moral
- Inisiatif manusia atas keberdosaannya (Gen 3:7 : lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.)
- Bersembunyi dari keberdosaannya (Gen 3:10 : bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah)
- Menyembunyikan diri dari TUHAN Allah (Gen 3:9: Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia)
- Berargumen dengan TUHAN Allah (Gen 3:10 : ia menjawab: "Ketika aku mendengar)
- Takut terhadap kebenaran TUHAN Allah (Gen 3:10 : Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut)
- Permisif atau selalu beralasan “excuse” (Gen 3:10 : karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi, dan maka kumakan)
- Merasa tidak bersalah (Gen 3:12 : Perempuan yang Kautempatkan di sisiku)
- Merasa ini semua salah TUHAN Allah (Gen 3:12 : Perempuan yang Kautempatkan di sisiku)
- Egosentris (Gen 4:9 : Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?)
- Cenderung menurunkan standar Allah (Gen 4:13 :"Hukumanku itu lebih besar)
- Angkuh terhadap kasih karunia (Gen 4:24 : maka Lamekh tujuh puluh tujuh kali lipat)
- Inisiatif kelompok manusia atau primodial, group-sentris (Gen 11:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain )
- Tidak mencari kehendak TUHAN Allah terlebih dahulu (Gen 11:4 Juga kata mereka: "Marilah kita dirikan bagi kita)
- Untuk kebaikan manusia itu sendiri tanpa melibatkan TUHAN Allah (Gen 11:4: supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi
- Melawan perintah Tuhan Allah (Gen 11:4: supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi, bandingkan dengan Gen 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.")
Respon TUHAN Allah terhadap Moral
Gen 3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
Gen 3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
Gen 3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
Gen 3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."
Gen 3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
Gen 4:6 Firman Tuhan kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?
Gen 4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya."
Gen 4:9 Firman Tuhan kepada Kain: "Di mana Habel, adikmu itu?" Jawabnya: "Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?"
Gen 4:10 Firman-Nya: "Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.
Gen 4:15 Firman Tuhan kepadanya: "Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat." Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.
Gen 11:5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,
Gen 11:9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.
bagaimana Tuhan merespon upaya moraldari manusia
- Menganti Inisiatif manusia atas keberdosaannya dengan Insiatif TUHAN Allah (Gen 3:21 Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang)
- Menebus keberdosaan Manusia lewat KRISTUS YESUS (Gen 3:15 keturunannya akan meremukkan kepalamu)
- Berinisiatif membangun relasi lewat Kasih-Nya dengan manusia yang menyembunyikan diri dari-Nya (Gen 3:9 Di manakah engkau)
- Berdialog atau berkomunikasi dengan Manusia yang melawan-Nya, tidak langsung menghukum (Gen 3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu)
- Tetap menegakkan kebenaran-Nya dalam keberdosaan manusia (Gen 3:11 yang Kularang engkau makan itu)
- Adil dalam keberdosaan manusia (Gen 4:10 Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah)
- Memahami keberdosaan manusia namun memberi peringatan dengan Firman-Nya (Gen 4:7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?)
- Memberikan pengertian kepada manusia mengenai keberdosaannya (Gen 3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu dan yang Kularang engkau makan itu)
- Mengingatkan kepada manusia sikap Egosentris dekat sekali dengan dosa (Gen 4:7 Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu)
- Tetap pada standar-Nya, namun selalu memberi solusi bagi keberdosaan manusia(Gen 4:15 : Kemudian TUHAN menaruh tanda)
- Mengingatkan manusia yang angkuh terhadap kasih karunia (Gen 4:6 Firman Tuhan kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? )
- Memeriksa Inisiatif kelompok manusia (Gen 11:5 Lalu turunlah TUHAN untuk melihat)
- Meninginkan manusia mengerti kehendak-Nya terlebih dahulu (Gen 3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini)
- Kebaikan manusia tanpa melibatkan kebaikan TUHAN Allah adalah kesombongan manusia (Gen 11:9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel )
- Menjadi pendamai bagi diri-Nya terhadap perlawanan manusia kepada-Nya (Gen 4:15 TUHAN menaruh tanda pada)
Moral sebagaimana Firman Tuhan melihatnya adalah sebagai kain kotor, tanpa iman kepada KRISTUS YESUS, manusia tidak akan dibenarkan oleh-Nya
Isa 64:6 Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin.
Rom 10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa YESUS adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Rom 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan
Dan saksikanlah betapa moral yang memang tidak mengenal dosa dan TUHAN Allah, terus bergeser mengikuti keinginan manusia itu sendiri pada titik rawan,
Etika kloning pada manusia, legalitas perkawinan sesama jenis, bahkan terkadang tercampur dengan spiritisme, sampai dengan isu transeksual, sementara sebagian besar manusia masih makan saja susah
Betapa moral mendegradasi dirinya dengan ukuran-ukuran kedagingan manusia, sehingga demikian kehendak bebas manusia yang menjadi tuan atas moral
sehingga pada kesimpulannya ;
“Moral adalah kehendak bebas manusia dalam kedagingannya”
Yang jika terus dibuahi akan menghasilkan maut
Jas 1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
Jas 1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.
jelas bahwa nilai-nilai kebenaran Firman Tuhan melampaui nilai-nilai moral yang dikembangkan oleh manusia itu sendiri, bahkan nilai-nilai kebenaran mengandung suatu janji dan kekuatan bagi mereka yang mempercayainya