Submitted by Thony Ronaldo on

Sekarang, Anthony merasa bahwa ia sudah siap menikah. Jadi, ia memutuskan untuk bertunangan dengan Mary. 6 bulan sudah mereka menjalin hubungan pra-nikah. Dalam hubungan ini, mereka selalu berusaha untuk menjaga kesucian masing-masing. 

Suatu saat, John, seorang rekan Anthony bertanya kepada Anthony: “ Bro, gw mo tanya sesuatu nih.. Sepertinya kalo gw lihat, gaya elo pacaran sama si Mary kok ngga ada mesra-mesranya sih. Kan kalian udah tunangan, jadi fine-fine aja dong kalo kalian sedikit terlihat mesra. Kenapa sih gw ngga pernah liat elo berdua bermesraan?” 

Anthony menjawab; “Bro, gw membatasi interaksi fisik gw sama Mary justru karena gw mencintai dia, dan menurut gw, salah satu sifat dari cinta yang sejati itu adalah melindungi dan tidak mencari keuntungan sendiri. Gini deh bro, kalo semisalnya elo punya adik atau anak perempuan, elo ngga rela dong kalo dia dijamah sana sini oleh laki-laki yang bukan suaminya. Itu sebabnya kenapa gw ngelakuin yang kaya gini. Gw sama Mary memang udah tunangan, tapi itu ngga membuat gw berhak untuk menjamah dia semau gw. Bagaimanapun, sekarang Mary masih ada di bawah otoritas ortunya dan gw harus menghormati itu. O iya, sekedar ngasih tips nih buat elo.. Gw punya kakak rohani, namanya Kak Aldo. Suatu kali dia pernah ngasih gw nasihat ini:” 

  1. Jangan hanya menilai wanita dari penampilan fisiknya saja.

Mereka adalah manusia utuh yang punya kepribadian, perasaan dan kehendak. Kesempurnaan seorang wanita bukan hanya terletak pada kecantikan luarnya, tetapi dari keseluruhan kepribadiannya. 

  1. Jangan memperlakukan wanita seolah-olah ia adalah milik kita.

Wanita tuh bukan hak milik kita yang belum menikah. Yang berhak atas hidup mereka tuh cuma Tuhan, ortu dan suami mereka nantinya. Status pacar, tunangan, atau bahkan calon suami ngga membuat kita berhak sepenuhnya atas tubuhnya, waktunya, perasaannya, ataupun waktunya. 

  1. Jangan memanfaatkan wanita hanya untuk mencapai tujuan atau kepuasan kita

“Banyak dari antara kita, pria lajang yang memanfaatkan wanita untuk memperoleh apa yang kita mau. Wanita dijadikan bahan taruhan. Wanita dijadikan ‘tantangan’, siapa yang bisa menaklukkannya menjadi pemenang. Wanita dijadikan objek untuk menguji jurus-jurus rayuan kita. Dan setelah kita mencapai apa yang kita inginkan, kita meninggalkan mereka.”Ingat, Wanita bukan objek!!! Mereka harus dihormati dan dihargai.” “Gitu John… sekarang elo ngerti kan?... Satu lagi neh.. Elo kan lagi nyari calon istri nih. Gw kasi nasihat ya.. Elo harus kejar mereka dan berusaha untuk menangin hati mereka, tapi inget…  treat them as a “woman”….