Televisi adalah salah satu media hiburan dan informasi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat kita. Kemampuan audiovisual telah membuat televisi unggul dibanding dengan media informasi lainnya. Namun kita perlu khawatir berkenaan dengan dampak negatif televisi. Melalui acara-acara yang miskin akan unsur edukatif, nilai-nilai buruk yang jauh dari standar moralitas dapat tertanam pada diri para pemirsa. Berkaitan dengan hal tersebut anak-anak merupakan kelompok paling rentan terkena pengaruh hal-hal buruk yang ditonjolkan melalui tayangan-tayangan televisi.
Salah satu televisi swasta menayangkan sebuah film kartun yang sangat populer saat ini dengan menampilkan seorang anak laki-laki sebagai tokoh utamanya, dan nama anak itu dijadikan sebagai judul dari film kartun tersebut. Dalam film tersebut dia ditampilkan sebagai anak nakal yang selalu membuat kacau dan selalu merepotkan orang tuanya, dan menyukai wanita-wanita dewasa. Mungkin bagi beberapa orang film kartun tersebut menghadirkan kelucuan, tapi sadarkah kita karakter buruk yang dimiliki tokoh tersebut dapat tertanam dalam diri anak-anak yang menyaksikannya. Kekerasan juga sering menghiasi adegan-adegan yang terdapat dalam film-film kartun yang ditayangkan oleh stasiun-stasiun televisi. Tentunya tidak hanya film kartun saja yang berpeluang menanamkan hal-hal buruk pada diri anak. Beberapa tayangan yang menonjolkan unsur-unsur mistis juga bisa memberikan pengaruh yang tidak baik.
Seharusnyalah kita lebih cermat dan cerdas dalam memilih tayangan-tayangan televisi untuk ditonton. Tidak semua acara bisa memberikan pengaruh buruk. Masih ada tayangan-tayangan yang dapat memperkaya pengetahuan dan dapat dijadikan sebagai cermin dalam beretika. Karena itu kita harus selektif. Temani dan bimbing anak-anak ketika meyaksikan tayangan-tayangan kesukaan mereka.