Hari itu aku menyadari bahwa ternyata aku membenci mamaku. aku tidak mengetahui sejak kapan aku membencinya, tapi hari itu aku menangis dan berteriak, "maafkan aku mama!"
Aku hidup dalam keluarga yang segalanya cukup. dari cukup makan, sekolah kebutuhan sehari-hari dan tidak lebih. kelas 4SD papa mengundurkan dir dari perusahaan tempat ia bekerja karena difitnah sehingga mama harus bekerja membantu papa.
Suatu malam aku tidak bisa tidur dan tidak sengaja mendengar perbincangan mereka. serasa tak sanggup untuk mendengarnya, aku hanya diam dan meneteskan air mata. Hatiku hancur karena mama yang kusayangi tidak hanya semakin jauh dari Tuhan, tetapi mencintai orang lain. Namun aku mendengar papa yang dengan tenang berbicara dan mengarahkan mama untuk mengambil keputusan yang benar.
Malam itu adalah malam yang menghancurkan hatiku. walaupun sejak malam itu mama mulai berubah dan semakin setia kepada Tuhan. aku menikmati hidup bersama keluargaku bahkan banyak orang yang iri. aku tak menyadari bahwa aku belum memaafkan mamaku. karena tidak hanya itu yang ada dikepalaku tetapi juga perlakuan mamaku ketika aku masih kecil. dipukul bahkan diikat dengan tali tambang yang besar di kamar mandi.
Ketika mama marah, aku tidak pernah mau peduli dan gak pernah mau mengerti. aku merasa tidak ada sesuatu yang aneh dengan kehidupanku, tetapi 6 bulan di STT, Allah membukakan kebencian itu yang telah bertahun-tahun terpendam dalam hatiku. tanpa aku sadari kebencian itu telah menggerogoti hati dan kehidupanku.
Aku menangis dan berteriak, "mama maafkan aku...!!!" dan kusujud dihadapan Tuhan. ku sadari kebencian itu menghambatku untuk dekat dengan Tuan dan bertumbuh. sekarang semuanya itu sudah berakhir. aku telah melewati kehancuranku dan mulai merangkai keping-keping hatiku. hingga saat ini, mama tidak pernah mengetahui ini semua. aku tidak ingin kegelapan itu menyelimuti sukacita dan kebahagiaan di wajah mama. ini salah satu hal yang luar biasa yang Tuhan ajarkan untuk memaafkan.
Memaafkan... hal yang paling sulit apa lg inget perbuatan yang uda dia lakukan tapi Tuhan bisa memaafkan kita yang tidak bisa memaafkan... apa itu tidak membuat kita malu?
Memang menyakitkan... sangat menyakitkan.. tapi apakah tidak lebih sakit ketika dihujat, di ludahi bahkan disalibkan?
Kebencian itu menghambat kita untuk bertumbuh dan berkembang.... aku mau belajar dari papaku... yang dengan tenang menghadapi masalah... coz kita tidak seharusnya berfikus pada masalahitu tapi pada solusinya....
Moga bisa jadi berkat buat temen2....
JCBU