NYANYIAN RINDU
aku ingin memelukmu
walau tak bisa tanganku...
aku ingin mencium lembut
keningmu...
menceritakan hari-hari kemarin...
dimana kita masih bersama...
ambil kuliah 3 sks...
mengerjakan tugas bersama...
kau ada di atas bis...
ketika aku memegang gitarku...
kau tersenyum malu
ketika aku bilang lagu itu untukmu...
lalu kau jadi finalis putri Indonesia...
setiap hari selalu berbeda
yang menjemputmu...
dengan mobil mereka yang beraneka warna...
tapi tidak pernah ada diantara mereka
yang memanggilmu monyet jelek...
karena dimatamu mereka harus sempurna...
kau selalu menolak ketika kugandeng tanganmu...
terasa dingin... apa kau gugup...
itulah gandengan tangan yang terakhir...
ketika payudaramu terkena operasi...
aku ada di sana....
berdoa sendiri di ujung ranjangmu...
membawakanmu di dalam Nama ALLAH BAPA...
aku tidak peduli mereka merasa risih...
aku tahu ayahmu memegang tasbih...
tapi yang aku bawa lebih dari itu...
di belakangku ada BALA TENTARA SURGA...
mereka akan menjaga setiap ujung kamarmu...
malaikat maut tidak akan menjemputmu hari itu
aku janji bukan padamu...
lalu kau sembuh... lulus kuliah lebih dahulu...
kau bilang kita tidak bisa bersama...
walau hatimu ingin dan rindu...
monyet jelek...
dimanapun kau berada...
kita memang tidak bisa bersatu...
Kiranya Sang Waktu...
mempertemukan kita
suatu waktu....
sungguh...
di tengah dinginnya malam...
aku rindu...
tapi maaf...
kita sungguh tidak bisa...
menyatu...
titipkan saja rindumu
pada bulan...
titipkan saja airmatamu
pada embun...
mereka akan menyampaikannya
kepadaku...
rinduku...
Josua Gibran kepada May Ziadah...
JM0203.131207
BIG GBU.