Saya mempunyai latarbelakang katolik, saya sekarang tidak hadir lagi di misa katolik tetapi saya pernah dua kali menghadiri ibadah gereja protestan, tapi sekarang sedang absent lagi akhir-akhir ini. Pergumulan ( ? ) saya adalah : benar yang menentukan keselamatan adalah hubungan pribadi dengan Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dan Tuhan, tapi saya juga bertanya-tanya bagaimana ya pengaruh saya terhadap orang-orang katolik di sekitar saya yang notabene adalah " keluarga asal " saya. Benar bahwa harus punya hubungan yang benar, namun juga harus ada kasih, yang melibatkan integritas emosinal. Misalnya kalo mau berpisah kan ya, ngg bisa diam-diam ya, terbuka, kalo perlu harus ada " emosi perpisahan-nangis kek ato ap. Sya benar-benar tidak puas, jika misalnya saya akan pergi ibadah, dan ibu saya bertanya mau pergi ke mana, saya benar-benar tdk bisa ngomong ap2x, apalagi terdapat bisa dibilang " perbedaan cara berpikir, bahkan paradigma ". Wah kalo hal ini berlangsung terlalu lama, y gimana, jadi bingung. Terpikir oleh saya ketika Rut mau ikut Naomi, ikut melayani Allah yang benar, bagaimana y sikap keluarga yang ditinggalkan.