Submitted by Ruth Lestari on

Tidak pernah terpikir aku mengalami untuk percaya Tuhan Yesus. Aku tahu ini akan tidak mudah namun aku pikir tidak sesulit ini. Jatuh bangun selalu dialami. Dan terkadang sampai rasanya muak untuk terus mengalami ini. Dan kemuakan itu berubah menjadi kebingungan.

"Mengapa saya selalu terjatuh?" tanyaku dalam hati

"Wajar, namanya juga manusia. Yang penting terus bangkit lagi."jawabku dalam hati

"Wajar??tapi kalo banyak jatuh ketimbang bangkit dan jalan terus bukan nya wajar kali tapi kurang diajar." sanggahku dalam hati

Kondisi yang terkadang membingungkan dan membuat dua sisi dalam diriku ini berdebat membuatku duduk sejenak dan terdiam dan kembali bertanya-tanya.

Kenapa setiap firman Tuhan itu hanya bisa terasa sementara ya kekuatannya?

Kenapa semua kebenaran yang katanya memerdekakan dan saya ucapkan AMIN atasnya terkadang kabur pada saat sisi kemanusiaan saya berkuasa.

Kenapa sisi manusia itu bisa sangat dan sering berkuasa ketimbang kuasa dari Tuhan yang saya sembah. Katanya saya sudah dalam Tuhan, devosi dilakukan, berdoa sampai menangis, merasakan jamahan Tuhan sudah saya alami tetapi kenapa Kuasa Tuhan tampaknya tidak menjalar dalam keseluruhan saya?

Kenapa saya masih bisa merasakan lip service dan hati berat untuk mengatakan "tiada yang seperti Engkau?" 

      Dari semua yang ada ini akhirnya saya menyimpulkan ada yang salah dalam semmuanya ini. Ada yang janggal. Saya memiliki Tuhan Yesus (masih) hanya dibibir, di pengetahuan. Tapi saya memiliki Tuhan dalam hati untuk beberapa kasus...(aneh bukan).

     Maka saya berkata "Tuhan saya INGIN merasakan memerlukan Tuhan secara keseluruhan diri, haus dan lapar, Ingin Tuhan seperti darah yang mengalir dalam pembuluh darah saya. Seperti saya memerlukan oksigen yang membuat saya hidup." 

      2 Kor 13:5 ......thrill me a lot. Dan perjalanan ini tidak akan berhenti.