Submitted by Tante Paku on

     SUPORTER BOLA identik dengan sekumpulan penggemar bola yang

masuk kategori GIBOL atau GILA BOLA. Sang KELIRUMOLOG yang pianis

Jaya Suprana pernah mengatakan pemain bola itu juga "orang gila", bayangkan satu bola diperebutkan oleh 22 orang, berlarian saling kejar hanya untuk menendang bola. Jadi tidak keliru kalau para penggemar bola juga disebut orang gila, penonton dan pemain sama-sama gila, entah lebih asyik yang nonton bola atau yang main bola, yang jelas pertandingan sepak bola memiliki penonton yang lebih banyak dari cabang olahraga manapun. Memang yang gila bisa membuat orang tergila-gila, apa saja yang gila, tentu bukan hanya tentang bola.



     Sementara, perdebatan memang selalu saja ada dalam kehidupan ini, baik yang benar maupun yang salah selalu saja bisa didebat, oleh sebab itu debat tak akan berakhir sampai kehidupan itu sendiri berakhir. Sebagai manusia, kita harus menyadari bahwa di dalam jiwa ini ada yang JAHAT dan yang BAIK, keduanya akan melekat sampai ajal menjemput. Namun kedua sisi jahat dan baik dalam diri manusia, manusia lah yang punya kuasa untuk menentukan langkah berikutnya, berpihak kepada yang baik atau yang jahat. Dalam soal TEOLOGI debat tidak akan pernah berakhir, apalagi tentang BOLA yang dipakai dalam pertandingan piala dunia pun selalu saja menuai perdebatan, tentang bahannya maupun kualitasnya. Di bawah ini ada daftar lengkap BOLA RESMI yang dipakai dalam pertandingan piala dunia sejak pertama kali.



Bola Resmi Piala Dunia :


 

1966 Special Edition Slazenger

1970 Telstar Adidas

1974 Telstar Durlast Adidas

1978 Tango Adidas

1982 Tango Espana Adidas

1986 Azteca Mexico Adidas

1990 Etrusco Unico Adidas

1994 Questra Adidas

1998 Tricolore Adidas

2002 Fevernova Adidas

2006 Teamgeist Adidas

2010 Jabulani Adidas

2014 Samba Adidas



     Sementara BOLA RESMI pada piala dunia versi SABDA Space namanya JEBUL JAMBUL produksi Adidas juga, yang memang dirancang khusus untuk pertandingan para blogger-blogger tersebut. Apakah bola tersebut juga diperdebatkan oleh para blogger SS? Oh pasti dong, jurus nitpicking pun dipakai. Inilah beberapa komentar para pemain bola itu.



     "Huh, bola produksi ADIDAS Anak Desa Ingin Dahsyat itu to? Bener-bener bola yang aneh serta sulit ditebak bila dalam kondisi basah!" kritik Pniel sinis. Namun justru Samuel Franklyn malah memujinya.



     "Teknologi grip n groove yang dipakai dalam pembuatannya, membuat bola itu lebih stabil, akurat, serta mudah dikontrol dalam kondisi apapun. Baik itu dalam keadaan kering, basah, atau bersalju sekalipun!"



     "Bola yang ideal!" Sahut Sandman.



     "Ideal dari ESPANYOLE, bola yang menyulitkan bagi semua pemain kok dibilang stabil, akurat serta mudah dikontrol, itu adalah bola bencana! Lihat saja kalau sedang melayang di udara,pergerakan JEBUL JAMBUL sulit diprediksi, sulit diantisipasi. Bola kayak gitu kok bagus, dasar BIDAT!"



     "Yak yak o, yak yak o, yak yak o......" sahut Hai Hai cepat ketika mendengar kritikan tajam dari Pniel. "Pniel yang harus anda lakukan adalah menunjukkan KESALAHAN dan MENJELASKAN hal yang benar tentang membuat bola. Bila tidak mampu MINGKEM lalu belajar membuat bola baik-baik hingga ada memiliki kemampuan untuk menunjukkan KESALAHAN dan MENJELASKAN hal yang benar. Makanya jangan YAK-YAK O!"



     "Hahahaha....mana bisa NABI PALSU membuat bola bro Pniel? Ya jelas bola JEBUL JAMBUL selalu licin bila ditendang!" balas Adrina terkekeh.



     "Ha ha ha ha.....sis Adrina eh koh Adrina silahkan meremukkan bualan si ANAK IBLIS itu. Saya hanya bertanya ringan saja, soalnya anak iblis sering ngacir dan ketakutan bila saya menggiring bola dekat gawangnya ha ha ha ha......!" jawab Pniel ngakak.



     "Betul bro Pniel, pasti NGACIR dan LARI TERBIRIT-BIRIT!"



     "Bwa ha ha ha.....Pniel Adrina sebelum menuduh KIPER lari terbirit-birit, belajar bola baik-baik ya? Tidak ada satu kalimat maupun ayat pun yang mengajarkan bahwa KIPER LARI terbirit-birit melihat Pniel menggiring bola. Mana mungkin si TOLOL YAK -YAK O mampu menembus gawang KIPER DAHSYAT ini ho ho ho ho.....mimpi kaleee....."



     Begitulah, selalu saja ada celah dalam setiap topik untuk diperdebatkan. Para pemain dari kedua kesebelasan CINTA YESUS dan KASIH YESUS, belum bertanding pun sudah terlibat perdebatan yang melebar kemana-mana, tidak saja tentang bola, bisa jadi tentang hal lain, kalau perlu masalah pribadi pun diungkapkan dengan gamblang.



    LAPANGAN BOLA yang dipakai bertanding kedua kesebalasan tersebut adalah lapangan yang paling unik di seluruh dunia, karena memang demikianlah hasil dari, katanya, tuntunan ROH KUDUS dan suara HATI NURANI yang paling hakiki. Wasit Kiem memang cukup menentukan dalam memilih lapangan yang akan dipakai bertanding ini. Lihatlah seperti dalam gambar di bawah ini lapangannya.

     Kenapa ada satu pohon di tengah lapangan, sungguh tidak lazim, tapi wasit Kiem menegaskan bahwa itu sah dan baik sesuai hati nurani dan tuntunan Roh Kudus. Barangkali, dengan adanya pohon rindang di tengah lapangan, sang wasit bisa berteduh dari terik sang mentari, maklum pertandingan dilangsungkan siang hari.



     "Ngapain cape-cape ngikutin bola sambil berlari-lari, sambil berteduh di bawah pohon rindang ini kan tidak lelah."



     "Betul lae sayang, engkau sungguh suamiku yang pintar memilih lapangan!" Sahut istrinya seraya menyeka keringat yang ada di dahi Kiem.



     Walau pun banyak yang protes soal pohon di tengah lapangan itu, namun Kiem tetap KEKEH JUEMEKEH mempertahankannya, bahkan ia mengeluarkan ayat-ayat dalam Alkitab untuk mendukung pilihannya itu.



Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya, jikalau suatu pohon  kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya  pohon itu dikenal.(Matius 12:33).





     Akhirnya daripada ribut berkepanjangan sama Wasit Kiem, semua panitia pada mengalah, toh mengalah bukan berarti berdosa. Mengalah bukan berarti kalah, daripada pertandingan batal gara-gara lapangan tersebut, lagipula berkat negosiasi dari Wasit Kiem dapat lapangan yang gratis alias tidak perlu bayar, malah konon menurut kabar burung, sang pemilik lapangan justru yang memberi donatur yang lumayan gede, karena kok ada yang mau main di lapangan yang di tengahnya ada POHON KERAMATnya itu. Memang menurut sang pemilik, pohon itu pohon keramat jadi berbahaya

kalau di tebang, tapi berkat Wasit Kiem, sang penunggu pohon berjanji tidak akan mengganggu jalannya pertandingan nanti, mungkin saja ia takut sama Roh Kudus yang ada di diri Wasit tersebut.



     Karena kesal dengan kondisi lapangan itulah, Alvares jadi kumat isengnya, mengambil semua kartu bola yang ada di saku kaos sang wasit dan digantikan dengan kartu remi. Akibatnya wasit Kiem ngedumel seperti yang sudah diceritakan dalam blog pertama. Akhirnya dengan susah payah, dibantu sang istri, wasit Kiem sudah mendapatkan ganti kartunya. Tapi ia masih jengkel dan sudah curiga, perbuatan siapa yang mengacau atributnya itu.



     "Ini pasti orang-orang dari kesebelasan CINTA YESUS yang menyebalkan itu!" gerutu Kiem sambil memandang Dennis dan Alvares bergantian.



     "Ada apa pak Kiem?" Tanya Mujizat ingin tahu.



     "Ada yang ingin mengacau pertandingan ini pak Muji."



     "Ah, apa iya pak? Mana ada yang berani mengacau event akbar ini, bukankah pihak keamanan dengan alat-alat canggihnya sudah mendeteksi seluruh sudut lapangan? Bukankah kita juga sudah sudah MOHON ROH KUDUS membantu keamanan selama pertandingan berlangsung?"



     "Justru yang mengacau para pemain itu pak, tadi saya sangat ingat sudah memasukkan kartu bola di kantong ini, tapi kok bisa hilang ketika dua kali bersenggolan sama Dennis dan Alvares. Mereka kayaknya sengaja menyenggol saya dan mencuri kartu bolanya, saya yakin itu, hati nuraniku tidak mungkin berbohong pada diriku!"



     "Kalau begitu samperin saja pak, kalau perlu hajar saja! Sebagai peringatan, entar pak Kiem ndak dihormati sewaktu di lapangan!" sahut Billy Chien yang kebetulan lewat dan mendengarkan perbincangan itu.



     Terprovokasi perkataan itu, wasit Kiem jadi meluap dan menghampiri Dennis dan langsung menyenggolnya dengan keras hingga membuat Dennis terjatuh. Seketika Kiem menyeret Dennis dan menghampiri Alvares dan merenggut kaos Alvares, seperti tampak dalam gambar di bawah ini.

(Bersambung)



     



Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat