Submitted by oeniyati on

"SUDAH SELESAI"
Yohanes 19:29-30
"Setelah mencicipi anggur asam itu, Yesus berkata, “Sudah selesai.” Kemudian, Ia menundukkan kepala-Nya dan mati."
(oleh: Yulia Oeniyati)

Kalau kita mendengar orang berkata, "Sudah selesai," kita pasti berasumsi bahwa orang tersebut mengatakannya dengan perasaan lega. Kemungkinan ia baru saja menyelesaikan tugas atau menyelesaikan pekerjaannya, atau bahkan menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya. Jika hal yang diselesaikan itu merupakan hal yang berat, kalimat "sudah selesai" tentu menjadi penghiburan yang luar biasa. Namun, ketika manusia mengatakan "sudah selesai", seringkali hanya untuk waktu sementara, karena pada kenyataannya, selama manusia masih hidup, pekerjaan, tugas dan masalah tidak pernah selesai, bukan? Satu pekerjaan selesai, akan ada pekerjaan lain yang menunggu; satu masalah selesai, masalah yang lain akan timbul... dan seterusnya. Apalagi kalau hasil dari penyelesaian tidak tuntas, maka masalah bukannya menjadi selesai, malah mungkin menjadi masala lebih besar.


Ada saat di mana manusia bisa mengatakan "sudah selesai" dalam arti yang sesungguhnya, yaitu ketika menjelang ajal. Saat itulah manusia baru menyadari bahwa hidupnya benar-benar selesai, karena ia tahu bahwa sudah tidak ada lagi yang bisa dikerjakan di dunia ini. Tapi kesadaran bahwa hidupnya sudah selesai tidak menjamin bahwa ia betul-betul sudah menyelesaikan hidupnya dengan baik. Fakta membuktikan bahwa tidak banyak manusia yang menyelesaikan hidupnya dengan kelegaan. Betapa banyaknya manusia yang menjelang ajal masih belum melakukan apa yang seharusnya dia lakukan ketika masih hidup. Misalnya, masih banyak orang yang seharusnya dia tolong tetapi belum ditolongnya; masih banyak orang yang seharusnya dia ampuni tapi belum ia lakukan, atau sebaliknya... dan seterusnya... Bahkan bagi kebanyakan orang, seringkali hidup berakhir dengan penyesalan, bukan kelegaan.

- Sun Yat Sen: "Oh kawan-kawan seperjuanganku, revolusi Tiongkok belum selesai. Haruslah engkau terus berusaha."
- Lundwig Ban Beethoven: "Masakan aku hanya menulis bbeerapa not dan harus melepaskan tangan untuk bertemu kematian?"
- Sokrates: "Aku masih belum menyelesaikan satu hal, aku masih berhutang satu ekor ayam."
(Stepen Tong, 7 Perkataan SALIB, LRII, 1992)

Hanya ada satu orang di dunia ini yang pernah mengatakan "Sudah selesai," dalam arti yang sesungguh-sungguhnya. Orang itu adalah Yesus Kristus.

Ketika Yesus Kristus berkata, "Sudah selesai," di atas kayu salib, Ia benar-benar mengatakannya dengan kelegaan yang sempurna. Sesudah mengatakan demikian Ia menyerahkan nyawanya kepada Allah. Kristus telah menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang diberikan Bapa di surga kepada-Nya. Pekerjaan apakah itu? Minimal ada 5 pekerjaan penting yang telah Yesus Kristus selesaikan di dunia ini:

1. Yesus Kristus menyelesaikan kuasa dosa.

Manusia telah jatuh ke dalam dosa, dan upah dosa adalah maut -- kematian. Itulah upah yang seharusnya diterima manusia yang berdosa. Puji Tuhan, karena kasih-Nya, Allah mau mengirimkan Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus untuk datang ke dunia dan menggantikan manusia dan menyelesaikan kuasa dosa yang membelenggunya. Karena ketaatan-Nya kepada Bapa, Kristus rela mati menanggung dosa manusia di atas kayu salib, dan karena ketaatan-Nya, Bapa membangkitkan Kristus dari kematian sehingga dosa dan kuasa maut dikalahkan-Nya.

2. Yesus Kristus menyelesaikan permusuhan antara Allah dan manusia.

Dosa telah membuat manusia menjadi musuh Allah yang Mahakudus. Dosa adalah kejijikan di mata Allah dan dosa harus dihukum. Mungkinkah manusia diperdamaikan lagi dengan Allah? Tidak mungkin, kecuali manusia dihukum supaya keadilan Allah kembali ditegakkan. Kematian Kristus di atas kayu salib merupakan jalan satu-satunya keadilan Allah dipuaskan. Darah Kristus menjadi korban pendamaian yang sempurna dan tak bercela di hadapan Allah supaya menyelesaikan permusuhan manusia dengan Allah dan hubungan dipulihkan kembali. Sebagai akibat pemulihan itu maka hubungan antara manusia dengan manusia lain, dan hubungan manusia dengan dirinya sendiri juga dipulihkan.

3. Yesus Kristus menyelesaikan penggenapan nubuat-nubuat PL.

Sejak kejatuhan manusia dalam dosa, Allah telah berjanji untuk membebaskan manusia dari cengkeraman dosa. Melalui nubuatan para nabi-nabi di Perjanjian Lama, Allah terus-menerus meneguhkan janji-janji-Nya kepada manusia. Allah adalah Allah yang setia pada janji-Nya. Satu-persatu nubuat-nubuat itu digenapi Allah melalui ketaatan Yesus Kristus melaksanakan rencana penyelamatan Allah terhadap manusia. Sampai di atas kayu salib Yesus akhirnya menyelesaikan semua penggenapan nubuat-nubuat Allah.

4. Yesus Kristus menyelesaikan kuasa Iblis

Pada saat Yesus Kristus di atas kayu salib, Ia menderita penderitaan yang luar biasa. Sangatlah mudah bagi Kristus membatalkan semua penderitaan itu dan membiarkan manusia binasa. Tetapi Kristus tidak melakukannya, sebaliknya Ia memberikan perjuangan sekuat tenaga karena Ia tidak ingin Iblis menang dan manusia binasa. Iblis adalah musuh Allah yang harus dikalahkan. Dengan kerelaan penuh Kristus bertahan di atas kayu salib menanggung penderitaan hingga akhir hidupnya. Itu sebabnya ketika Yesus Kristus berkata, "Sudah selesai" dan kemudian menyerahkan roh-Nya kepada Allah Bapa, tirai besar yang memisahkan ruangan suci dan ruangan mahasuci menjadi robek. Tirai itu menjadi lambang bahwa pintu surga yang dulu tertutup, sekarang menjadi terbuka bagi manusia dan kuasa Iblis tidak lagi sanggup menahan pintu surga tertutup.

5. Yesus Kristus menyelesaikan kemenangan akhir kaum pilihan.

Kedatangan Yesus Kristus ke dalam dunia untuk menebus manusia adalah adalah janji yang Allah berikan bagi kaum pilihan. Namun, tanpa ketaatan Kristus sampai akhir, dengan mengalami penderitaan dan pengaliran darah, tidak mungkin Kabar Baik itu menjadi kemenangan yang nyata; tidak akan ada contoh bagi kaum pilihan untuk mampu bertahan hingga akhir. Puji Tuhan, karena sampai akhir hidupnya, bahkan sebelum kematian-Nya di kayu salib, Yesus Kristus telah mencapai kemenangan dengan teriakan, "Sudah selesai." Sekarang, kaum pilihan tahu dengan pasti bahwa Kristus telah menyelesaikan kemenangan bagi mereka.

Ayat Referensi:
Roma 5:6-8, Kolose 1:20-22, 2 Korintus 5:18-19, Efesus 2:13-16, 1 Yohanes 1:7-10, 1 Petrus 2:24, Kis 13:27, Mat. 27:51

Kesimpulan:
Kristus datang ke dunia untuk melakukan apa yang telah diperintahkan Allah Bapa kepada-Nya. Ia taat hingga akhir, bahkan ketika mengalami penderitaan yang luar biasa di atas kayu salib. Ketika Ia mengatakan "Sudah selesai," Ia mengatakan arti yang sesungguhnya bahwa pekerjaan-Nya sudah selesai dan tidak ada lagi yang perlu dilakukan oleh siapapun. Hanya Dialah yang sanggup dan hanya Dialah yang diharapkan Allah untuk menyelesaikan pekerjaan penebusan manusia. Dan Ia telah melakukannya dengan sempurna! Puji Tuhan!