Sebab jika firman hanya dimulut saja, bagi seorang Kristen, lebih layak disebut PEMBUAL !

Untuk apa kita capek-capek belajar Firman, jika Firman itu tidak menjadi perbuatan?. Walaupun kita disebut PANDAI KITAB yang setara dengan AHLI TAURAT, jika firman itu sebatas di mulut saja, lebih layak kita disebut “PEMBUAL”, sebab dapat dipastikan, ucapan manis dari mulut dipastikan bertolak belakang dengan perbuatan.
Firman menjadi Perbuatan adalah Firman yang menjadi daging.
NATAL?
NATAL kita rayakan sebagai hari kelahiran Tuhan Yesus, turun ke bumi menjadi manusia, untuk menebus manusia.
Kita tidak perlu mempersoalkan kontroversi seputar TANGGAL BERAPA natal itu, sebab tidak ada tertulis didalam Alkitab, tetapi ESENSI dari perayaan natal itu adalah Perayaan Hari Jadinya FIRMAN MENJADI DAGING.
Yesus yang lahir itu dinyatakan sebagai Firman yang menjadi daging (dalam bahasa Indonesia terjemahan baru disebut Firman menjadi manusia).
Yohanes 1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Terjemahan Bahasa Indonesia ini cenderung hanya menunjukkan bahwa Yesus (Anak Allah), yang makhluk sorga itu, telah menjadi manusia (makhluk bumi).
Berbeda dengan terjemahan King James Version, atau terjemahan Bahasa Batak , dikatakan : “Firman menjadi DAGING = FLESH”.
John 1:14 And the Word was made FLESH, and dwelt among us, (and we beheld his glory, the glory as of the only begotten of the Father,) full of grace and truth.
Dan Bahasa Batak :
Johannes 1:14 Gabe DAGING ma Hata i jala maringan di tongatonga ni hita on, jadi huida hami ma hasangaponna, i ma hasangapon ni Anak sasada na sian Ama i, gok asi ni roha dohot hasintongan.
Berbicara mengenai FIRMAN MENJADI DAGING, dapat diidentikkan dengan MAKANAN MENJADI DAGING, sebab firman itu memang makanan rohani.
Hasilnya, Firman itu menjadi PERBUATAN SEHARI-HARI, layak untuk masuk dalam PEMBENTUKAN TUBUH, (tubuh yang sehat), maka diperolehlah kembali GAMBAR dan RUPA ALLAH YANG DULU SUDAH HILANG.
Roma 3 : 23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
Apabila Firman menjadi perbuatan, tentunya, segala perbuatan kita dipastikan “BERKENAN KEPADA ALLAH”, dan Pasti DISENANGI OLEH SESAMA MANUSIA. Kenapa tidak??, Gambar dan Rupa Allah,… gitu lho…..!
Jika MAKANAN MENJADI DAGING, berarti makanan itu cocok, sehingga hasilnya, bisa gemuk atau bisa juga langsing tetapi sehat. Ibarat susu untuk bayi, dikatakan : “cocok susunya”, sehingga bayi tidak sakit perut.
Jika makanan tidak menjadi daging, pasti menjadi kotoran/Ampas.
Apa tandanya FIRMAN YANG MENJADI DAGING?
Lukas 2 : 11 - 12
2:11 Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
2:12 Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."
Seorang Bayi (FIRMAN YANG MENJADI DAGING ITU) dibungkus dengan Lampin, dan diletakkan di atas palungan (TEMPAT MAKANAN DOMBA).
Dibungkus dengan lampin adalah tanda kelahiran yang sah bagi Umat Tuhan di Israel :
Yehezkiel 16 : 3 – 4
16:3 dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH kepada Yerusalem: Asalmu dan kelahiranmu ialah dari tanah Kanaan; ayahmu ialah orang Amori dan ibumu orang Heti.
16:4 Kelahiranmu begini: Waktu engkau dilahirkan, pusatmu tidak dipotong dan engkau tidak dibasuh dengan air supaya bersih; juga dengan garampun engkau tidak digosok atau dibedungi dengan lampin.
Kutipan diatas adalah kelahiran orang Kafir (Bukan Umat Israel) yang ditunjukkan pada ayat 3,
Sebab kelahiran yang Sah bagi orang Israel adalah :
1. Pusatnya dipotong
2. Dibasuh dengan air.
3. Digosok dengan garam
4. Dibedungi dengan lampin.
Sekalipun Yesus itu dilahirkan oleh seorang ibu yang belum berstatus “Menikah”, atau yang seharusnya menurut hukum dunia lebih layak disebut sebagai “anak gampang”, tetapi Maria dan Yusuf memperlakukan Yesus sebagai anak yang sah kelahirannya. Kenapa?, karena semuanya sudah diberitahukan lebih dahulu oleh Tuhan kepada mereka, bahkan Maria dan Yusuf menambah lagi yang kelima, yaitu :
5. Terbaring didalam palungan
1 sampai 4 diatas, adalah cara merawat bayi yang kelahirannya SAH, dan Nomor 5 adalah khusus untuk Yesus (Firman menjadi daging).
RAHASIA APA YANG TERKANDUNG DALAM KELIMA LANGKAH DIATAS?
Berikut ini akan dijelaskan satu persatu kelima Langkah Firman menjadi daging :
1. Pusatnya dipotong
Bayi lahir, pusatnya dipotong.
Begitu dipotong pusatnya, mulutnya langsung mencari Minum, sehingga begitu ibunya menyodorkan ASI, naluri bayi itu langsung berbicara, seolah-olah sudah mengerti bahwa ASI itu adalah minuman kebutuhannya pokoknya.
Pusat itu harus dipotong. Kalau tidak dipotong, tidak mencari minum ASI.
I Petrus 2 : 2 Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,
Pusat itu adalah penghubung antara bayi dengan ibunya di DALAM RAHIM, atau saluran makanan dari tubuh ibu menuju tubuh bayi di dalam rahim.
Sulit dibayangkan, apabila seorang bayi yang lahir, tidak dipotong pusatnya.
Hubungan dengan nenek moyang, atau dosa turun temurun harus diputus AGAR TERWUJUD SEPERTI BAYI YANG HAUS SUSU YANG MURNI.
Putus hubungan ini adalah seperti Abraham, harus keluar dari kampung halamannya, yang nota bene adalah penyembah berhala.
Pemutusan ini adalah pertobatan yang benar.
Bertobat artinya Berhenti berbuat dosa dan berjanji tidak akan kembali lagi berbuat dosa itu.
Secara umum dalam alkitab diartikan bertobat = berbalik kepada Allah (Penjelasan Ensiklopedia Alkitab).
Pertobatan yang benar?,
Ya, ada pertobatan yang benar dan ada yang tidak benar. Pertobatan yang tidak benar artinya seseorang menjadi Kristen (Pengikut Kristus), tanpa terlebih dahulu mengalami pertobatan yang benar, atau tanpa mengakui semua dosa-dosa masa lalu.
Kisah Para Rasul 3 : 19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,
2. Dibasuh dengan air
Ini adalah gambaran baptisan yang benar.
Baptisan bertujuan untuk memohon hati nurani yang baik dari Tuhan.
Mengenai baptisan ini, sudah dibahas KLIK DISINI
Babtisan yang benar adalah baptisan yang didahului dengan pertobatan yang benar.
Anak-anak tidak mungkin bertobat. Yang bisa bertobat adalah orang dewasa.
Teknis baptisan dalam alkitab adalah diselamkan, bukan dipercik.
3. Digosok dengan garam
Beberapa kali dalam Alkitab disebutkan perjanjian garam, yaitu Perjanjian antara Tuhan dengan manusia (Bilangan 18 :19, Imamat 2:13 dan II Tawarikh 13: 5), artinya adalah meneguhkan umat Tuhan yang sudah lahir kembali untuk menjadi milikNya dengan cara memeteraikan umatNya dengan Roh Kudus.
II Korintus 1 : 21 - 22
1:21 Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi,
1:22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.
1 sampai 3 merupakan urutan sebagaimana dalam Kisah Para Rasul 2 : 38 :
Kisah Para Rasul 2 :38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
==> Bertobat ==> memberi diri dibaptis ==> penuh Roh Kudus.
4. Dibedungi dengan lampin
Pakaian pertama anak-anak yang baru lahir adalah lampin.
Ibarat anak yang hilang (Lukas 15 : 11 – 32), setelah dibersihkan, diberi jubah, (dalam ayat 23). Supaya tidak nampak ketelanjangan.
Wahyu 3 :18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
5. Terbaring didalam Palungan.
Palungan itu tempat makan di kandang,
Terletak di dalam palungan adalah kehidupan yang terpelihara oleh Pengajaran Firman dan Roh Kudus dalam penggembalaan (tidak liar).
==> Bertobat ==> memberi diri dibaptis ==> penuh Roh Kudus ==> Memakai pakaian (pakaian Imam), dan ==> Tergembala dengan baik (terpelihara oleh Firman dan Roh Kudus).
Kalau kelima tanda itu ditemukan dalam kehidupan orang Kristen, maka akan nyatalah Firman menjadi daging, atau Firman itu menjadi perbuatan.
Maka tidak lagi tergolong sebagai PEMBUAL karena perkataan akan seirama dengan pebuatannya.
Mungkin dalam perjalanan mencari Yesus yang lahir itu, para gembala dan orang majus akan menemukan banyak bayi-bayi. Seandainya tanda ini tidak ada diberitahukan oleh malaikat, maka mereka TIDAK AKAN MENEMUKAN FIRMAN MENJADI DAGING, bahkan akan menemukan bayi lain, yang bukan Firman menjadi daging (bukan Yesus).
MAUKAH ANDA HANYA SEORANG KRISTEN YANG BIASA-BIASA SAJA, YANG CENDERUNG MENURUN, YANG TIDAK PUNYA PENGHARAPAN KE SORGA?
JANGAN…. JANGAN
DIJAUHKAN TUHANLAH HAL ITU DARI KITA INI
Selamat Natal 2009 dan menyongsong Tahun Baru 2010
Tuhan Yesus memberkati.