Ketika mata ini belum juga mengantuk, maka untuk mengisi waktu luang saya mendengarkan siaran radio dari stasiun radio yang terletak di Karawaci. Terdengarlah celoteh para penyiar dan nara sumber yang dari suaranya adalah anak-anak muda.
Karena tidak mengikuti dari awal saya tidak begitu paham akan pokok bahasan mereka, kemudian sang penyiar (yang terdiri dari beberapa orang) bertanya kepada salah seorang gadis remaja dengan menyebut namanya yang baru saja mengikuti Ujian Nasional. 'Bagaimana dengan persiapan dan situasi menjelang UN ?' demikian dia bertanya. Kemudian sang gadis remaja (entah nama asli atau samaran) mengatakan kalau dia bersekolah di sebuah sekolah swasta dekat rumahnya. Dia juga menambahkan kalau hampir semua teman-teman sekolahnya kerjaannya cuma nyontek aja, jangankan ujian lah cuma pr atau ulangan biasa aja nyontek. Kemudian dengan bangganya dia mengatakan bahwa dia tidak menyontek dan memperoleh hasil terbaik dari Tuhan. Menjelang UN banyak tawaran-tawaran nyontek dan bocoran soal bukan cuma dari murid tapi juga dari guru.
Ketika mendengar siaran tersebut ditemani istri saya, kamipun berdiskusi 'Apa pantas dia menceritakan perilaku teman dan gurunya di wilayah publik seperti itu'? demikian saya bertanya. Tepatkah mereka yang sedang bersiaran mengungkapkan keadaan si gadis remaja dan sekolahnya dengan cara itu ?. Saya tidak tahu kalau nama si gadis remaha yang di ucapkan adalah nama samaran atau asli. Kalau nama asli tentu sangat disayangkan, karena bisa saja teman atau bahkan guru dan pihak sekolah (yang dengan jelas disebutkan sebagai sekolah swasta dekat rumahnya) juga mendengarkan siaran tersebut dan belum tentu semuanya Kristen.
Seandainyapun sekolah itu Kristen apakah pantas. kiranya para penyiar tersebut lebih bijaksana lagi dengan topik dan cara obrolannya.