Bacaan dibawah ini hanya berupa tanya jawab yang pernah terlontar dari obrolan dengan beberapa teman baik yang dalam kekristenan sendiri maupun di luar kekristenan.
Tanya : Menurut kamu, kesan pertama yang kamu lihat dari Orang Kristen itu bagaimana ??
Jawab : "Munafik"
Tanya : Bisnis apa yang paling menguntungkan zaman sekarang ?
Jawab : Bisnis Rumah ibadah tuh. Kita tinggal cari pembicara , kasih bayaran dari persembahan yang ada. Trus bebas pajak, kelihatan baik dan rohani lagi.
Tanya : Kenapa yah kamu tidak pernah mau terlibat dalam pelayanan di gereja ?
Jawab : Pada dasarnya seh emang saya malas. Tapi saya juga tidak mau terlibat dalam pelayanan karena semakin kita melihat dapur gereja, kita mungkin akan semakin kecewa. Kan ada istilah " Jangan melihat dapur , jikalau kita mau makan disana ".
Tanya : Kenapa kamu meninggalkan gereja sekian lama , padahal kamu adalah seorang kristen ?
Jawab : Saya merasa kecewa dengan gereja. Saya kecewa karena saya melihat Hamba Tuhan dan jemaat yang selalu mengatakan " KASIH ", tapi " KASIH" itu tidak kelihatan sama sekali dalam sikap dan perbuatan. Selain itu, khotbah juga hanya mengenai perrsembahan. Ada unsur seperti pemaksaan dalam memberikan persembahan bagi gereja karena siapa yang memberikan persembahan akan dijanjikan satu berkat yang berlimpah dari Tuhan. Itu salah satu Firman yang sering di koar-koarkan di depan mimbar.
Tanya : Kenapa yah kamu tidak pernah mau mengikuti PA dan seminar-seminar sejenisnya ?
Jawab: Karena emang saya tidak suka. Selain itu, saya banyak melihat orang-orang yang mendalami Alkitab, sikap dan tingkah laku tidak lebih baik dari orang yang tidak mendalami Alkitab dengan baik. Kadang-kadang mereka lebih sering terlihat seperti orang Farisi yang mengganggap diri lebih rohani dari yang lain.
Tanya : Jika kamu menghadapi permasalahan, siapa yang kamu ajak untuk share ?
Jawab : Orang-orang Kristen di luar gereja sendiri atau orang yang bukan orang Kristen .
Tanya : Kenapa, kok begitu ? Bukannya malah teman yang bisa diajak share dan yang paling dekat adalah teman seiman apalagi dalam satu pelayanan dan satu gereja ?
Jawab : Tidak terjaga kerahasiannya. Saya paling sering mendengar gosip itu diantara para aktivis di gereja. Gosip tentang Hamba Tuhan lah, majelis lah , gosip tentang si A, si B dan si Z. Jika share dengan orang di luar gereja sendiri, akan lebih terjamin kerahasiaannya. Lihat aja, kadang-kadang Hamba Tuhan juga suka sekali menggunakan share kita untuk dijadikan bahan khotbah di depan mimbar. Tapi bagus juga seh, kalau emang kagak disebutin namanya. Kalau sampai keceplosan gimana donk ?
Apakah kita menjadi salah satu bagian dari alasan buat orang-orang menjauh dari Tuhan ?? Garam dan terang memang adalah tugas kita. Memang kata-kata itu gampang sekali dikatakan , tetapi tidak gampang dilakukan. Kita sering berdoa , Tuhan, jangan jadikan aku batu sandungan. Tapi apakah benar itu keluar dari mulut kita dengan satu pertanggunjawaban kepada Tuhan?![]()