Submitted by dianpra on

Musim ini, dan yang pasti dua musim berikutnya, EPL (English Premier League) tidak akan lagi dapat ditonton secara gratis. Pasalnya, hak siar untuk liga sepak bola Inggris yang menurutku paling seru di dunia itu, harganya selangit. Salah satu program liputan olah raga mengatakan bahwa harga hak siar untuk paket tiga musim adalah sebesar lima ratus milyar rupiah. Hal itu antara lain disebakan oleh beberapa hal:



1. Tingginya harga pemain. Bayangkan saja, klub-klub besar seperti

MU, Chelsea, dan Liverpool jor-joran dalam membelanjakan uangnya

untuk para pemain. MU adalah klub yang paling banyak mengeluarkan

uang, satu triliun lebih.



2. Tingginya gaji pemain. Dulu saat ditanya kalau besok gede mau

jadi apa, aku pasti menjawabnya dengan jawaban standar -- jadi

pilot, jadi dokter, dll.. Tapi sekarang, kalau aku di tanya, aku

akan menjawabnya dengan: "Jadi pemain di EPL" (meski mustahil).

Bayangkan saja, John Terry, center back klub Chelsea menerima

gaji sebesar dua milyar rupiah lebih per pekannya, kali empat

pekan, berarti sebulan delapan milyar lebih. Gaji itu adalah gaji

tertinggi di EPL sekarang ini.



3. Renovasi stadion. Renovasi itu berujung pada mahalnya harga tiket

nonton pertandingan. Harga tiket nontong langsung paling mahal

dipatok oleh MU dengan harga sekitar 1,5 juta rupiah. Sedang tim-

tim menengah ke bawah mematok harga tiket sekitar setengah jutaan

rupiah.



Di atas adalah tiga dari banyak sebab lain yang melambungkan harga hak siar EPL.



Untuk menonton pertadingan EPL secara langsung, masyarakat Indonesia harus rela mengeluarkan dua ratus ribu rupiah per bulan untuk berlangganan TV kabel.



Berbahagialah orang-orang yang mampu berlangganan, yang gila EPL juga tentu saja. Bagi saya, sekarang ini, kerinduan untuk melihat pertandingan EPL secara langsung dari TV, pupus sudah. Aku hanya tahu kalau semalam MU vs Reading hanya berakhir dengan skor 0-0 dari liputannya di berita. Sayang sekali.



I'll miss you Sir Alex ... (Pelatih Manchester United / MU )