Submitted by Kiem on

(Tidak diijinkan berbicara apalagi mengajar, kecuali dalam ibadah khusus wanita)

Saya ingat di Gereja saya dulu, sampai kira-kira tahun 1983, tidak ada wanita yang menjadi pendeta ataupun tua-tua gereja penatua).

Kemungkinan besar ini adalah peraturan gereja tidak memperbolehkannya, terbukti ada seorang wanita bertitel Sarjana Theologia, dia hanya sebagai guru agama SMA karena tidak ada peluang menjadi pendeta.

Setelah itu (antara 1983-1985 tepatnya tidak saya ikuti), saya lihat kesempatan sudah terbuka bagi wanita untuk diangkat menjadi pendeta maupun tua-tua gereja, dan Wanita Sarjana Theologia, yang guru agama tadi sudah menjabar menjadi pendeta.

Dasar pertimbangan membuka peluang ini, sampai sekarang saya belum tahu, namun yang perlu saya sampaikan adalah :

Dibenarkankah hal ini menurut Firman Tuhan??

Dalam 1 Timotius 2 ==>TIDAK DIBENARKAN

1 Timotius 2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

Dalam hal ini, bukan berarti bahwa perempuan berdoa boleh dengan tangan tidak suci, marah-marah dan berselisih, tetapi ayat ini mempunyai arti bahwa yang memimpin doa itu adalah memang laki-laki, namun tetap ada pengecualian, yaitu ibadah khusus wanita, (seperti yang diciptakan oleh Nommensen di daerah Batak)

1 Timotius 2 : 11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.

(dalam hal ini bukan dalam posisi mengajar)

1 Timotius 2 : 12 Aku (Rasul Paulus) tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.

(dalam hal ini termasuk memimpin puji-pujian atau liturgos, tentunya tidak boleh juga, karena disana banyak terdapat perintah, misalnya : "mari kita berdiri, diminta Bapak A. Berdoa, mari semua bertepuk tangan, mari bernyanyi dipercepat, dll)

1 Timotius 2 : 13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.

(Ini hirarkhi hubungan kepala sesuai 1 Korintus 11 : 1)

1 Timotius 2 : 14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa

(dalam hal ini, diidentikkan dengan kejatuhan Adam dan Hawa, karena inisiatif perempuan yang berlebihan)

Hal ini ditegaskan juga dalam 1 Korintus 14 : 34 - 38

1 Korintus 14 : 34 Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus (termasuk jemaat yang dipimpin Timotius tadi) perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat (dalam hal ini mungkin yang dimaksud hukum Taurat adalah Yesaya 3 : 12 )

Yesaya 3 : 12 Adapun umat-Ku, penguasa mereka ialah anak-anak, dan perempuan-perempuan memerintah atasnya. Hai umat-Ku, pemimpin-pemimpinmu adalah penyesat, dan jalan yang kamu tempuh mereka kacaukan.

1 Korintus 14 : 35 Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.

1 Korintus 14 : 36 Atau adakah firman Allah mulai dari kamu? Atau hanya kepada kamu sajakah firman itu telah datang?

1 Korintus 14 : 37 Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan.

1 Korintus 14 : 38 Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia.

 

Hal ini diingatkan pula kepada jemaat Tiatira dalam Wahyu 2 : 20

Wahyu 2 : 20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.

Pada saat wahyu ini, Izebel sudah seribuan tahun yang lalu tidak ada lagi, kisahnya dalam 1 dan 2 Raja-raja, namun ini adalah wahyu (merupakan pandangan ke depan, menunjuk gereja sekarang ini).

Kalau kenyataannya banyak Hamba Tuhan atau Pemimpin gereja sudah mengabaikan ayat Firman Tuhan ini, entah dengan alasan apa saja yang rasional, namun saya (penulis) bertekad tidak akan melanggar ketentuan Firman ini, dan tetap konsisten.

Kalau dulu (Pada masa Rasul Paulus) tidak boleh, sekarangpun tidak boleh. (1 Korintus 14 : 36)

Saya berprinsip bahwa saya ini hanya seorang hamba yang bekerja di ladangnya yang punya Firman, sehingga Firman harus menjadi pedoman saya, dan apa yang akan saya lakukan tergantung pada apa yang diberikan oleh Tuhan.

Kalau bekerja untuk Tuhan, pakailah peraturan Tuhan (1 Korintus 14 : 36), Janganlah mendahulukan peraturan Organisasi gereja diatas Firman Tuhan.

Terpujilah Tuhan, hari ini, kekal sampai selama-lamanya.

Tuhan Yesus memberkati

Makimpos Gaol